[ Desember, Bulan dan Episode Terakhir Tentangnya ]


 

Seperti biasa tidak ada yang istimewa

Dia masih tetap menulis, tapi tulisannya tidak memiliki arti

Dia masih tetap bepergian, tapi dia masih belum memiliki rumah untuk dituju

Bukan karena dia tidak melupakan sesuatu di masa lalunya,

Bukan... sekali lagi, dia menegaskan bahwa dia tidak tertarik menjalin apapun yang telah selesai. Apapun

---------

Beberapa hal setelah hari itu,

perempuan itu tidak lagi menyelipkan apapun tentangnya dalam puisi apalagi bait doa

ujar hatinya, Saya tidak tertarik membahas apapun tentangnya, sedikit dipertegas mungkin saya tidak lagi menyukainya tapi satu hal yang ingin saya tanamkan bahwa saya tidak perlu membenci apapun tentangnya,  

“jangan buang energimu lebih jauh, jangan sia-siakan pikiranmu untuk hal-hal yang tidak penting, masih banyak hal yang bisa kau lakukan” ujar perempuan itu tatkala dia mulai tergiring opini untuk membenci orang yang acapkali terlintas dipikirannya

-------

Perempuan itu tetap menikmati alur hidup seperti biasa, “rutinitas yang cukup membosankan” pikirnya. Tapi dia percaya bahwa hidup sangat tidak indah jika diisi dengan keluhan maupun desakan emosional negatif lainnya.

Dia mencoba biasa saja untuk menghadapi banyak kejadian yang luar biasa,

“kemarin sudah melewati badai, masa iya mau kalah sama gerimis biasa” ujarnya sambil menatap hujan yang mulai terlihat di luar rumah....

Perempuan itu terlihat mulai menulis di buku catatan usangnya,

Saya tidak mengenggam sesuatu yang telah terlepas

Saya hanya akan berjuang terhadap apapun yang memperjuangkan saya

Saya tidak akan menunggu pada sesuatu yang semu

Saya hanya akan menjaga untuk sesuatu yang terjaga pula

Saya tidak pernah menyeriusi sesuatu yang bercanda

Karena saya mencari yang serius untuk diajak bercanda sepanjang massa

Saya tidak pernah takut untuk ditinggalkan

Karena beberapa nilai diri saya adalah milik saya

Beberapa porsi diri saya, saya yang memiliki kendalinya

Dia berhenti di bait terakhir, menutup buku pinknya lalu mengembalikan di laci bernuansa pastel

---------

Sebulan setelahnya, tak sengaja perempuan itu membaca suatu kabar tentang seseorang yang tidak lagi dia perdulikan

Matanya sedikit terbelalak, mulutnya membungkam namun pikirannya berkecamuk hebat

Di hari itu, bukan lagi tentang rindu maupun sayang yang akan perempuan itu bahas..

Hanya saja perempuan itu cukup terkejut mendengar kabarnya. Kabar yang sama sekali tidakm mengenakan untuk didengar siapapun.

Hm bukan, bukan tentang kabar akhir masa kuliah (wisuda) ataupun akhir masa lajang (pernikahan)

Kabar yang sama sekali perempuan itu tidak menyangka bahwa laki-laki yang pernah ada di hidupnya ternyata seperti ini

 

Perempuan itu terdiam...Perasaan dan pikirannya berkecamuk

seketika ia menangis, dia bersyukur sebanyak-banyaknya kepada Tuhan lalu berkata lirih dalam hati

“Sekarang saya tau alasanMu tentang peristiwa pertemuan dan perpisahanku dengannya selama ini, Terimakasih banyak Tuhan telah memberi banyak jawaban atas banyak pertanyaanku di waktu yang benar-benar tepat”

Dia terlihat berjalan ke arah laci pojokan kamarnya, dia mengeluarkan buku pink kecilnya. Sembari menyeka air mata, dia menghela napas lalu mulai membuka catatan, ya dia kembali menulis tentangnya

Dia rasa tulisan ini benar-benar menjadi tulisan terakhirnya tentang laki-laki itu...

Hai, rasanya sudah lama setelah saya memutuskan untuk tidak mengabadikan anda di dalam tulisan-tulisan saya,

saya tidak menyangka bahwa saya akan kembali menuliskan sosok anda lagi.

Tapi untuk kali ini saya benar-benar berjanji,saya akan menamatkan tulisan saya tentang anda...

 

Saya tau, kita cukup banyak berbeda. Kita sepakat perihal itu, bukan?

Tapi kali ini saya tidak menyangka bahwa saya akan menemui alasan kenapa mungkin Tuhan tidak akan menyandingkan perbedaan diantara kita, ya sederhananya kita memang tidak akan bersama apapun jalannya...

 

Setelah beberapa tahun lalu, saya tidak mencari siapapun untuk mengisi hati saya. Hati saya kosong..

saya seringkali bertanya kepada Tuhan kenapa saya ditakdirkan untuk jadi makhluk setia,

Ya, setia terhadap hal-hal yang tidak pasti. Saya memang lucu bukan?

Tapi,ternyata kini saya tau kenapa akhirnya meski kita sempat kembali bertemu, Tuhan tidak menakdirkan saya bersamamu

Jawaban sederhananya, maaf kalau ini terkesan jahat

“Setiaku hanya pantas didapatkan oleh orang yang tepat, dan orangnya jelas bukan anda”

 

Setelah mendengar kabar itu

Kalau saya boleh jujur, saya membenci anda jauh lebih benci

Kalau saya bisa jahat, mungkin saya adalah orang yang paling keras untuk menertawakanmu

Tapi, lucunya saya malah sedih

Pol-polaaannya, saya hanya bisa kecewa terhadap anda

Namun saya paham, saya bukan manusia yang baik

Mungkin saja suatu hari nanti saya akan bertemu dengan kejamnya hidup, titik kerasnya hidup

Titik yang mungkin kini sedang anda dapati

 

Saya kecewa atas dirimu, kak...

Tapi jika saya boleh memberikanmu pesan dalam doa

Mungkin isinya:

Semoga, kau tetap kuat bertarung dengan kerasnya kehidupan

Semoga, kau akan kembali membaik meski kadang hidup tidak selalu baik-baik

Semoga, ini kabar terakhir yang aku dengar tentang keburukanmu

Semoga setelah kejadian ini, kau akan tetap berproses dalam ranah kebaikan

Terakhir, Semoga Allah selalu ada di hidupmu

Oiya semoga kau ingat saat pertemuan akhir kita,

Pesanku masih tetap sama : meski hidup ini keras, tetaplah hidup, jangan pernah mengakhiri sebelum itu kehendak yang Kuasa!

--------

Perempuan itu kembali menghela napas,

Perempuan itu berdoa, sedikit mendoakan hal-hal baik tentang laki-laki itu

Namun setelahnya, perempuan itu berjanji kepada dirinya sendiri

Saya selesai, kisah apapun tentangnya benar-benar usai.

Episode di buku pink itu akan segera saya bakar, hangus beserta apapun bentuk tentangnya

Desember

Komentar